Mengenal Cocomesh (Bag 1)

Penelitian yang dilakukan terhadap coir geotextile telah memperlihatkan bahwa pemakaiannya lebih baik dan banyak disukai dibanding dari bahan goni atau bahan alam lainnya. Hal ini mengacu pada faktor daya tahan, kekuatan wat, yang lebih bagus serta permukaan bulu kasarnya yang sangat memungkinkan vegetasi mudah tumbuh sehingga ikatan dari tanah menjadi sangat kuat. Coir Geotextile atau Cocomesh sangat ideal untuk aplikasi di lereng bukit, jalan dan tanggul rel.
Eco Friendly/ Ramah Lingkungan dan Solusi Ekonomis untuk Pencegahan Erosi
Berdasarkan metode pembuatan coir geotextile dapat digolongkan menjadi 2, yaitu tenun dan non tenun dan klasifikasi lanjutny sebagai berikut :
A. Geotekstiles Tenun
- Anyaman lubang Sabut dalam dua poros gelombang
- Kain tenunan sabut dengan kontruksi loop/simpul
- Tas sabut yang dibuat dengan anyaman lateks
B. Geotekstile non tenun
- Coco log, coir log, gulungan sabut
- Kasur Sabut / Coir Blanket
- Jarum sabut kasar
Geotekstile tenun
a. Anyaman lubang Sabut dalam dua poros gelombang dengan berbagai kerapatan
Bentuk ini adalah yang paling sederhana, sabut geotekstile dibuat secara manual tradisional menggunakan teknik menenun 2 poros. Bentuk ini digunakan terutama untuk aplikasi pengendalian erosi. Berbagai variasi dibuat disesuaikan dengan dengan intensitas curah hujan, jenis tanah, dan lereng permukaan. Tiap varietas dapat diidentifikasi berdasarkan berat per m2, dan jenis benang.
b. Kain tenunan sabut dengan kontruksi loop/simpul
Bentuk ini digunakan untuk aplikasi stabilisasi tanah, jenis ini dijalin dalam gulungan menggunakan teknik tenun loop/simpul
c. Tas sabut yang dibuat dengan anyaman lateks
Jenis ini digunakan terutama untuk mengendalikan erosi dan laut sebagai pengganti batu-batu granit. Dirancang untuk menahan gelombang yang kuat. terbuat dari anyaman tebal dengan bantuan lateks. Kantong-kanting yang dijahit dengan lateks menghadap ke dalam. biasanya berukuran 6 ft x 4 ft
Geotekstil non Tenun
a. Coco log

Keuntungan : Kombinasi produk alami ini akan mendukung pertumbuhan tanaman di daerah-daerah lahan basah. Oleh karena aplikasinya yang ramah lingkingan dan dari bahan-bahan alami, langkah ini akan mengembalikan alam yang ke semula. Coir log / Coir Roll dapat digolongkan berdasarkan kepadatan rendah, sedang dan tinggi.
b. Kasur Sabut / Coir Blanket

c. Jarum sabut kasar

Beberapa Tipe dan karakteristik Coir Geotextile
| Sl. | Characteristics | Type1 | Type2 | Type3 | |
| 1. | Material |
|
|||
| 2. | Construction |
|
|||
| 3. | Weight at 20% M.R. (in gsm) |
900 (H2M9) |
700 (H2M8) |
400 (H2M6) |
|
| 4. | Maximum length (In meter) |
50 | 50 | 50 | |
| 5. | Width (in cm) |
|
|||
| 6. | Ends / dm | 13.00 | 11.00 | 4.60 | |
| 7. | Picks / dm | 7.00 | 7.00 | 4.60 | |
| 8. | Thickness (in mm) | 8.59 | 6.34 | 7.57 | |
| 9. | Aperture size (in mm) | 5 x 10 | 7 x 10 | 20 x 20 | |
| 10. | Minimum breaking Load (in kN/m) (Dry) |
||||
|
27.25 | 20.34 | 10.30 | ||
|
10.62 | 9.52 | 9.70 | ||
| 11. | Maximum elongation At break (in %) |
||||
|
31 | 22 | 22 | ||
|
30 | 33 | 33 | ||
| 12. | Minimum breaking Load (in kN/m) (Wet) |
||||
|
21 | 20 | 7.5 | ||
|
8.5 | 8.5 | 7.4 | ||
| 13. | Maximum elongation At break (in %) |
||||
|
55 | 52 | 35 | ||
|
45 | 42 | 35 | ||
| Sumber : http://www.keracoir.com |
| Untuk Konsultasi dan Pemesanan, Hub : RumahSabut Co. Jl. Gedongkuning Selatan 202 Yogyakarta. Cp. 081328042283. email : mansur_mash@yahoo.com |




